Resisten yang kuat...
Selamat siang...
Indeks Dow Jones Industrial (DJI) sudah memasuki kisaran resisten di 14000 – 14250. Rekor indeks DJI di level 14.198 ada di level ini. Di kawasan regional Asia, hanya indeks KOSPI yang terkoreksi karena sentimen dalam negeri, sentimen melemahnya yen. Sisanya masih cenderung bergerak flat naik, sebagai reaksi atas sentimen positif dari kenaikan yang terjadi pada indeks Dow Jones.
Ditengah kondisi regional yang masih positif, pemodal di Bursa Efek Indonesia tidak terlihat percaya diri dalam menghadapi resisten di level psikologis 4500. Meski aliran dana asing masih terlihat cukup besar (hingga akhir sesi pertama masih bisa melewati angka Rp 200 miliar), akan tetapi, IHSG akhirnya mengakiri pergerakan sesi pertama pada teritori negatif. Tekanan jual pada saham-saham yang laggards (tertinggal), seperti GGRM, UNTR, dan ITMG, ditambah dengan aksi profit taking yang dialami oleh saham-saham perbankan, terlihat memberikan tekanan pada IHSG.
IHSG pada pergerakan hari Jumat, memang menghasilkan candlestick berbentuk shooting star yang merupakan candlestick yang memberikan signal negatif. Candle dalam bentuk yang sama, juga terlihat pada saham BMRI yang menjadi penggerak utama IHSG dalam beberapa hari terakhir. Meskipun candle ini adalah candle negatif, tapi exit atas posisi trading, sebaiknya jika harga gagal ditutup diatas suport. Exit posisi trading jika IHSG gagal ditutup diatas 4457. Khusus untuk BMRI, exit atas posisi trading sebaiknya dilakukan jika BMRI gagal ditutup diatas 9000.
Sell On strength: BMRI, BBRI, BBCA, BBNI.
Wish All of You, Luck & Success.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar